Kamis, 10 Juni 2010
Motivasi Belajar itu beda-beda lho
Apa saja, sih, faktor-faktor yang membedakan motivasi belajar seseorang dengan yang lainnya?
Beberapa faktor di bawah ini sedikit banyak memberikan penjelasan mengapa terjadi perbedaaan motivasi belajar pada diri masing-masing orang, di antaranya:
Perbedaan fisiologis (physiological needs), seperti rasa lapar, haus, dan hasrat seksual
Perbedaan rasa aman (safety needs), baik secara mental, fisik, dan intelektual
Perbedaan kasih sayang atau afeksi (love needs) yang diterimanya
Perbedaan harga diri (self esteem needs). Contohnya prestise memiliki mobil atau rumah mewah, jabatan, dan lain-lain.
Perbedaan aktualisasi diri (self actualization), tersedianya kesempatan bagi seseorang untuk mengembangkan potensi yang terdapat dalam dirinya sehingga berubah menjadi kemampuan nyata.
Stimulus motivasi belajar
Terdapat 2 faktor yang membuat seseorang dapat termotivasi untuk belajar, yaitu:
Pertama, motivasi belajar berasal dari faktor internal. Motivasi ini terbentuk karena kesadaran diri atas pemahaman betapa pentingnya belajar untuk mengembangkan dirinya dan bekal untuk menjalani kehidupan.
Kedua, motivasi belajar dari faktor eksternal, yaitu dapat berupa rangsangan dari orang lain, atau lingkungan sekitarnya yang dapat memengaruhi psikologis orang yang bersangkutan.
Tips-tips meningkatkan motivasi belajar
Motivasi belajar tidak akan terbentuk apabila orang tersebut tidak mempunyai keinginan, cita-cita, atau menyadari manfaat belajar bagi dirinya. Oleh karena itu, dibutuhkan pengkondisian tertentu, agar diri kita atau siapa pun juga yang menginginkan semangat untuk belajar dapat termotivasi.
Yuk, ikuti tips-tips berikut untuk meningkatkan motivasi belajar kita:
Bergaullah dengan orang-orang yang senang belajar
Bergaul dengan orang-orang yang senang belajar dan berprestasi, akan membuat kita pun gemar belajar. Selain itu, coba cari orang atau komunitas yang mempunyai kebiasaan baik dalam belajar.
Bertanyalah tentang pengalaman di berbagai tempat kepada orang-orang yang pernah atau sedang melanjutkan pendidikannya ke jenjang yang lebih tinggi, orang-orang yang mendapat beasiwa belajar di luar negeri, atau orang-orang yang mendapat penghargaan atas sebuah presrasi.
Kebiasaan dan semangat mereka akan menular kepada kita. Seperti halnya analogi orang yang berteman dengan tukang pandai besi atau penjual minyak wangi. Jika kita bergaul dengan tukang pandai besi, maka kita pun turut terciprat bau bakaran besi, dan jika bergaul dengan penjual minyak wangi, kita pun akan terciprat harumnya minyak wangi.
Belajar apapun
Pengertian belajar di sini dipahami secara luas, baik formal maupun nonformal. Kita bisa belajar tentang berbagai keterampilan seperti merakit komputer, belajar menulis, membuat film, berlajar berwirausaha, dan lain lain-lainnya.
Belajar dari internet
Kita bisa memanfaatkan internet untuk bergabung dengan kumpulan orang-orang yang senang belajar. Salah satu milis dapat menjadi ajang kita bertukar pendapat, pikiran, dan memotivasi diri. Sebagai contoh, jika ingin termotivasi untuk belajar bahasa Inggris, kita bisa masuk ke milis Free-English-Course@yahoogroups.com.
Bergaulah dengan orang-orang yang optimis dan selalu berpikiran positif
Di dunia ini, ada orang yang selalu terlihat optimis meski masalah merudung. Kita akan tertular semangat, gairah, dan rasa optimis jika sering bersosialisasi dengan orang-orang atau berada dalam komunitas seperti itu, dan sebaliknya.
Cari motivator
Kadangkala, seseorang butuh orang lain sebagai pemacu atau mentor dalam menjalani hidup. Misalnya: teman, pacar, ataupun pasangan hidup. Anda pun bisa melakukan hal serupa dengan mencari seseorang/komunitas yang dapat membantu mengarahakan atau memotivasi Anda belajar dan meraih prestasi.
SUMBER: http://www.anneahira.com/motivasi/index.htm
Self Motivation
Mungkin kamu bingung kenapa kamu belum merasa termotivasi oleh diri sendiri sementara orang-orang di sekelilingmu sudah memotivasimu. Ini ada sedikit tips bagi kamu yg ingin memotivasi diri sendiri, cocok juga buat yg nggak dimotivasi oleh orang lain (kasian banget hehe)
Berdasarkan buku yg berjudul: The power of motivation: how to succeed in all circumstances by Michael Bolduc
Dalam buku ini motivasi, secara umum dapat "dimunculkan" dengan dua cara:
1. association of pleasure to achievement, yaitu mengasosiasikan emosi yang kita miliki dengan kenikmatan atau perasaan senang ketika kita berhasil meraih kesuksesan atau prestasi.
Secara ringkas dan mudah, simulasikan dan jawab pertanyaan berikut ini:
- Sebutkan 5 hal yang anda dapatkan ketika anda berhasil dengan baik menguasai materi pelajaran (ini)
- Sebutkan 5 hal yang anda dapatkan ketika anda lebih cepat menguasai materi pelajaran ini?
atau contoh (aplikasi) lain, misalkan untuk kuliah,
- Apa saja yang anda akan dapatkan ketika berhasil mendapatkan nilai terbaik di semua mata kuliah?
dll
Tuliskan hal hal tersebut (jawaban agan, yaitu berupa keuntungan2nya) dan bisa tempel atau baca ulang tiap saat), atau Afirmasi.
2. association of unbearable pain to failure, yaitu membayangkan dan mengasosiasikan emosi tentang kerugian yang kita dapatkan ketika meraih hal tersebut,
contoh self asking:
- Sebutkan 5 kehilangan atau kerugian yang akan anda alami ketika gagal meraih nilai baik dalam mata pelajaran / kuliah ini??
tuliskan kerugian tersebut dan baca ulang, afirmasi.
sumber: http://www.kaskus.us/showpost.php?p=146311528&postcount=64
Rabu, 09 Juni 2010
Mengakali Sistem Kebut Semalem (SKS) dengan cerdas
saran saya ketika anda dalam situasi tertekan dan waktu yang sedikit:
1. kondisikan diri anda serileks mungkin, kalau perlu pejamkan mata dan atur posisi tubuh anda dalam kondisi berbaring, dan lemaskan semua otot anda
2. bawa otak anda dalam kondisi alfa, hirup nafas dalam dalam dan hembuskan pelan, 3-7 kali sampai nyaman
(dua tahap ini memakan waktu maks 5 menit)
3. setelah rileks, pejamkan mata anda, dan katakan pada diri anda sendiri tujuan anda dalam belajar ini, contoh: saya menguasai materi ..... (yang anda pelajari) dalam waktu ..... (waktu anda yang tersisa), ulangi kata kata ini sampai anda mengingatnya benar
4. belajar dengan rileks, kalau anda membaca, usahakan buat rangkuman singkat atau nota tentang hal hal yang penting yang anda temukan, boleh dicatat, ingat hal yang penting saja, misal: term, kata kunci, singkatan, rumus, dll
5. gunaakan waktu anda seefektif mungkin, buat belajar anda per termin, misalkan satu termin 10-15 menit, lalu jeda 5-7 menit, gunakan untuk relaksasi, misal mendengar musik favorit, makan, menatap langit, memejamkan mata, pokoknya relaksasi
6. mulai lagi belajar dengan timing termin yang sama, tanpa harus melakukan relaksasi lagi seperti di atas
note tambahan: akan lebih baik lagi ketika anda bisa menguasai speed reading, sehingga waktu belajar anda lebih efekti
sumber: http://mindprogressor.wordpress.com